Teknik Pemasangan Atap Sirap

By | November 18, 2020
Bagikan:

Awas !! Tanpa memahami Teknik Pemasangan Atap Sirap dengan benar bisa mengkibatkan resiko yang fatal di kemudian hari. Hal ini penting anda ketahui sebagai panduan dan pedoman agar anda tidak menyesal sebagai akibat kesalahan prosedur dan teknik yang anda lakukan.

Teknik pemasangan atap sirap yang benar  :

Pertama, Pisahkan sirap yang bagus dan yang tidak bagus. Hal ini akan mempermudah anda memperlakukan material sirap tersebut.

Apakah sirap yang kurang bagus tidak bisa dipasang ? Bisa, tidak ada material yang tidak bisa dipasang, hanya saja peletakan / posisinya berbeda. Memasang sirap pasti membutuhkan potongan potongan terutama pada bagian yang dekat dengan bubungan atau kerpus.

Kedua, Pasang sirap dari bagian ujung bawah terlebih dahulu sebagaimana memasang genteng – genteng yang lain.

Ketiga, Atur Jarak pemasangan jangan sampai terlalu Panjang. Standar jarak reng pemasangan sirap adalah 15 s.d. 17 cm

Keempat, Kaitkan sirap pada reng atau multiplek sebagai papan rangkanya menggunakan nailer Gun / Pistol Paku yang banyak dijual di toko – toko Teknik. Paku yang direkomendasikan adalah paku dengan ukuran 2,5 cm.

Kelima, Pasang bubungan atau kerpus pada pertemuan dua sisi atap untuk menambah estetika atap dan bangunan dengan material sirap yang sama, hanya saja arahnya berbeda.

Jika anda ingin memasang atap sirap secara mandiri tanpa bantuan kontraktor, ada baiknya anda mempelajari terlebih dahulu teknik dan prosedurnya.

Baca Juga : Kontraktor Jasa Pemasangan Atap Sirap Professional Bergaransi

Sebelum mempelajari teknik dan tahapannya, yg pertama harus anda pahami adalah model pemasangan yang disesuaikan dengan konsep bangunan anda berdasarkan gambar kerja yg diberikan oleh arsitek anda.

Model Pemasang atap sirap ulin

  1. Model Ekspose

Model ekspose adalah pemasangan sirap pada bangunan yang tidak menggunakan plafond di bawah atapnya, sehingga seluruh konstruksi rangka sirap kelihatan dari bawah.

Pada jenis pemasangan ekspose tentu membutuhkan kerapian dan presisi ukuran sirap agar tidak terlihat saling menonjol pada bagian ujung yang harusnya tertutup reng sebagai penyangganya.

Model ekspose juga mensyaratkan kerapian jarak reng yang dipasang, hal ini karena harus disesuaikan dengan Panjang material sirap tersebut.

  1. Model Non Ekspose

Pemasangan sirap jenis ini relative lebih mudah dibanding sirap ekspose. Karena seluruh konstruksi sirap tidak akan kelihatan dari bagian bawah bangunan karena terdapat plafond yang menghalangi.

Meskipun begitu, kedua model ini harus tetap pada kunci utama yaitu Bebas dari Bocor.

 

Untuk pemasangan 3 lapis, maka akan menghabiskan 1 ikat sirap ulin per M2. Adapun pemasangan 4 lapis akan menghabiskan rata – rata 2 ikat per M2.

Masih banyak cara maupun teknik pemasangan atap sirap yang selama ini tidak pernah terteorikan oleh ilmu pengetahuan konstruksi secara umum. Karena Teknik tersebut kami dapatkan dari pengalaman bertahun tahun sebagai kontraktor jasa pemasangan atap sirap terbaik di Indonesia.

Bagikan: